Kisah Mualaf

Kisah Mualaf Indonesia dan Dunia

Estanislao Soria,Masuk Islam Bermula dari Menentang Pendirian Negara Islam Mindanao

Saat seorang tokoh Muslim Moro, Nur Misuari menyatakan wilayah Mindanao harus memisahkan diri dari Negara Filipina dan menjadi negara Islam, Estanislao Soria menjadi orang sangat menentang keinginan Misuari. ia menolak keras jika tanah kelahirannya diambil alih oleh orang-orang Muslim




“Saya sangat tidak setuju dengan Misuari dan saya memelopori kampanye menentang gerakan Moro,” kata Soria yang populer di panggil “Father Stan” dan seorang tokoh agama Katolik yang lahir di Mindanao . 

Kala itu, selain dikenal sebagai pendeta Katolik, Soria juga dikenal sebagai sosiolog.Sebelum menyatakan pendapat ketidaksetujuannya terhadap keinginan Misuari. Soria pun melakukan riset sejarah dan sosial serta membaca artikel-artikel tentang Islam, untuk memperkuat argumennya menolak tuntutan gerakan Moro yang ingin menjadikan Mindanao sebagai tanah air bagi Muslim Filipina. Tapi siapa sangka, artikel-artikel tentang Islam yang ia baca, justru ,mengantarkan Soria menjadi seorang Muslim.





Seperti dikutip Islamonline,Soria menjelaskan, “Sebagai orang yang memahami bahasa Latin, Yunani dan Yahudi, saya pikir saya bisa mempelajari bahasa Arab dengan mudah. Saya juga ingin menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab ke bahasa Inggris dan menerjemahkan ideologi-ideologi Barat, misalnya ideologi eksistensialisme, ke dalam bahasa Arab. Tapi saya menyadari, ini adalah pekerjaan yang sulit,”


Kala  itu Soria sangat yakin bahwa dengan banyak menerjemahkan artikel-artikel tentang ideologi Barat ke dalam bahasa Arab, akan membuat Muslim di Mindanao menghargai ajaran Kristen daripada ajaran Islam. “Saya ingin membuka wawasan berpikir mereka tentang kekristenan karena saya banyak mendengar hal-hal negatif tentang Muslim. Saya berpikir, mereka (Muslim) harus dididik,” ungkap Mantan pendeta Katholik itu


Akan Tapi semakin Soria mendalami bacaan-bacaanya tentang kekristenan, ia makin menyadari bahwa tokoh-tokoh gereja seperti Saint Thomas Aquinas ternyata banyak belajar dari buku-buku bacaan dan ajaran Islam. Begitu juga ideologi-ideologi dan ilmu teologi yang disebut-sebut sebagai berasal dari Barat, ternyata sudah sejak lama dibahas dalam Islam.


Seperti  Soria paparkan dalam sebuah wawancara, “Dari bacaan-bacaan itu saya mendapat pencerahan bahwa pemikiran-pemikiran tentang peradaban Barat banyak banyak yang mengambil dari ajaran-ajaran Islam. Dan setelah saya membaca lebih banyak lagi buku-buku yang ditulis pakar agama Islam, pandangan saya terhadap Islam seketika berubah,”.


“Saya bahkan menyadari bahwa Injil Barnabas lebih kredibel dibandingkan dengan keempat injil yang dibawa oleh ajaran evangelis termasuk injil Kristen. Dari hasil riset sosiologi yang saya lakukan, saya juga banyak menemukan bahwa hal-hal negatif yang sering saya dengar tentang Muslim Filipina ternyata tidak benar,” timpal Soria.


Akhirnya, pada tahun ‘01, Soria yang telah banyak mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun sebagai seoranmg pendeta katholik di berbagai kota di Manila, menyatakan diri menjadi seorang Muslim. Setelah mengucap syahadat,Mantap pendeta itupun mengganti namanya menjadi Muhammad Soria. Walaupun begitu, masih banyak orang, termasuk teman-temannya yang Muslim memanggilnya “Father Stan.”


Soria yang kini berusia 67 tahun mengatakan, ia mendapat hinaan dan kecaman dari kerabat dan rekan-rekan gerejanya ketika memutuskan menjadi seorang Muslim. Namun hinaan dan kecaman itu tidak membuatnya berat menanggalkan aktvitas kependetaan yang sudah dijalaninya selama 14 tahun dan membuatnya mantap untuk memeluk Islam.


Seiring perjalanan waktu, Soria mulai terbiasa menjalani kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Muslim. Bagi Soria, Islam bukan sekedar agama tapi sudah menjadi jalan hidupnya. Selama tujuh tahun menjadi seorang Muslim, Soria sudah lima kali menunaikan ibadah haji, menjadi anggota Gerakan Dakwah Islam di Filipina dan tahun 2004 menikah dengan seorang perempuan berusia 24 tahun, setelah sebelumnya menjalani hidup membujang sebagai pendeta Katolik.


“Dalam Islam, kita diajarkan, jika bisa mendisplinkan diri kita, Sang Pencipta akan mengabulkan harapan-harapan kita,” tandas Soria.


Menurut Soria, jika ada satu hal yang harus dicontoh umat Islam dari orang-orang Kristen adalah, gerakan mereka yang terorganisir dan terstruktur dengan sangat rapi. “Dengan memiliki struktur yang kuat seperti yang dimiliki kalangan Kristiani, akan mempermudah penyebaran Islam,” kata Soria.
Salah satu cara untuk memperkuat struktur umat Islam, tambah Soria, Muslim harus membangun universitas-universitas di seluruh dunia seperti yang dilakukan kelompok misionaris Kristen di berbagai belahan dunia.



Craig Abdurrohim : Mantan Pendeta Pencetus Alquran Seluler





MASA KECIL DI KELUARGA PENDETA

Tak dipungkiri, selama ini Islam sering disudutkan, diolok-olok, dan dilecehkan di Barat. Tapi ini ternyata bukanlah halangan bagi sebagian orang Barat untuk mempelajari Islam yang pada akhirnya kembali ke fitrahnya (Islam). Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya orang Barat (bule) yang memeluk Islam, baik di Amerika Serikat (AS), Eropa, maupun Australia.


Bernama Craig Owensby, yang merupakan pria kelahiran Chicago,Illinois Amerika Serikat tahun ’61. Masa kecilnya dihabiskan di keluarha Kristen Ortodoks yang cukup taat.Ayahnyam Walter Owensby merupakan seorang pendeta.Mesikpun menyandang gelar MBA  dari Universitas of Winsconsin, Madison, tahun ’86. Ia juga menempuh pendidikan kependetaan di Princeton Theological Seminary, Peinceton, NJ tahun ’91 dan mendapatkan gelar Master of Theology. Akan tetapi, saat Hidayah Allah datang kepadanya, akhirnya Craigpun memutuskan untuk memeluk Islam.


Walau kesenangan duniawi ia dapatkan,harta yang melipah setelah menyandang gelar MBA dan bekerja di banyak perusaahaan prestisius di Amerika, Craig tak serta merta bahagia. Hatinya hampa. Setelah bertahun-tahun merintis karir, ia akhirnya memutuskan mendalami injil,teoligi dan keislaman di Princeton Theological Seminary,Princeton,NJ. Selang beberapa tahun kemudian,Craig memutuskan menjadi pendeta mengikuti Walter Owensby sang ayah yang menjadi pendeta Katolik di sebuah gereja di New York dengan 6ribuan pengikut.


HIDAYAH ALLAH

Cercah-cercah hidayah Allah datang saat Craig ditugaskan bekerja di Indonesia tahun 1997.Ia tinggal di daerah Muarabaru,Jakarta Utara.Disana,Craig menemukan banyak sekali hal yang sangat menyentuh batinnya. Khususnya tentang kemiskinan dan penderitaan yang dialami orang-orang disekitanya.Craig cukup tertarik dengan kehidupan anak-anak muslim di daerah itu.Menurutnya, walau miskin, mereka hidup dengan penuh kesederhaan dan tetap mampu tampil bersih serta bahagia.
 Pada saat itu, ketika keluar dari kamar, dia melihat salah satu dari anak asuhnya sedang melaksanakan salat subuh dengan khusyuk. Craig tertegun. Sejenak dia memandangi anak asuh itu, dan mengaku amat tersentuh.





"Anak kecil kok bisa disiplin terhadap agamanya? Kenapa dia harus salat? Lalu saya serius mengambil dan mempelajari buku Karen Armstrong berjudul The Life of Muhammad. Buku itu sangat bagus, meski penulisnya bukan seorang muslim," ujar lulusan Master of Theology pada Princeton Theological Seminary, Princeton, di New Jersey (1991) tersebut.


Sejak saat itulah, Craig bersikeras untuk belajar arti salat dan juga tentang Islam yang lebih luas. Akhirnya dia memutuskan pilihan dan jalan hidupnya, masuk Islam. "Saya mau mengucap kalimat syahadat," ujarnya. Karena tekadnya sudah bulat, dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pengajian di daerah Kemang, tempat pengajian khusus para bule.


Oleh Ustad Rickless, dia disuruh banyak membaca hadis dari buku hadis yang sangat besar. Craig agak bingung; kenapa harus ada hadis? Kenapa saya harus membacanya? Bukankah Alquran pun sudah sempurna?


"Ustad Rickless bilang, saya harus tetap membacanya. Akhirnya saya baca hingga saya dapat mengerti bahwa hadis itu memang penting. Saya pun sudah sampai ke action sebagai muslim yang benar. Yakni melakukan salat lima waktu. Walaupun saya belum mengucapkan syahadat, saya pernah mengatakan kepada beberapa kolega pada Desember 1998, saya akan masuk Islam. Itu setelah kali sekian saya kembali ke Jakarta," papar ustad bule yang menikahi gadis Sunda, Lilis Fitriyah (24), pada 4 Agustus 2002 itu.


Proses pencarian kebenaran Islam terus dilakukan. Sampai satu hari di bulan Mei 2001 ia mengikrarkan diri menjadi Muslim di Pengajian Rahmania, Kuningan, dengan bimbingan Ustadz Rikza Abdullah. "Saya ingin menjadi orang yang tahu kebenaran. Saya bersedia menjadi Muslim karena ingin kebenaran. Bisa saja kebenaran itu menyusahkan, tapi saya percaya dengan kebenaran itu," ujar bule kelahiran Chicago ini.


Sejak itu, Craig yakin dengan ajaran Alquran bahwa manusia dilahirkan suci dan menjadi khalifah di dunia. "Saya sekarang telah menjadi khalifah bagi Allah. Awalnya saya Islam hanya dengan membaca, berpikir, dan berbicara, tapi belum mempraktekkan. Sekarang saya memutuskan untuk menjalankan Islam secara serius."


MENDIRIKAN ALQURAN SELULER


Meski mengaku serius memilih Islam sebagai keyakinannya, Craig merasa masih harus terus 'berjuang' menjadi seorang Muslim yang sebenarnya. Masalahnya, ia tak biasa bangun pagi. Kini ia harus melaksanakan shalat Subuh ketika biasanya di waktu sama masih tertidur denganpulas. 





Meski begitu, Craig merasa bersyukur mampu menaklukkan ego dirinya. Baginya, dapat menjalankan shalat Subuh dengan baik merupakan tolok ukur kemampuannya melaksanakan shalat wajib yang lain. "Pertama kali shalat Subuh saya sangat puas dan senang. Kemudian untuk menjalankan shalat-shalat yang lain,Craig merasa lebih enteng dan senang.


Tak hanya sampai di situ. Rupanya Craig belum merasa menjadi Muslim kaffah sebelum dapat mendakwahkan Islam. Menurutnya ada dua fase yang ia jalani, yaitu menjadi Muslim dan berdakwah. Kini ia sedang melakukan fase kedua itu sambil berbisnis.


"Bisnis saya Alquran Seluler, tapi ini bukanlah pure bisnis karena investasinya cukup besar dan keuntungan finansialnya kecil sekali," jelas Craig. Baginya hal itu tak masalah karena konsep awalnya adalah berdakwah. Ia pun tidak memperkenalkan bisnisnya itu kepada masyarakat secara jor-joran, tapi perlahan-lahan dari mulut ke mulut.


Adalah hal baru bila Craig berdakwah dengan konsep Alquran Seluler-nya. Konsep itu memberikan layanan belajar dan memahami Alquran dan Hadis Nabi melalui sistem short massage system (SMS). Respons masyarakat Muslim Indonesia sangat bagus. Terbukti konsep yang dimulainya sejak Juli 2000 ini, kini telah memiliki jamaah Alquran Seluler hingga 70 ribu orang di seluruh Indonesia.



Kisah Mualaf Mantan Pendeta

Berikut kami sajikan Kisah Mantan Para Pendeta yang dapat menjadi inspirasi kita untuk terus memperkuat iman dalam Islam:


1. Craig Abdurrohim : Mantan Pendeta Pencetus Alquran Seluler






Tak dipungkiri, selama ini Islam sering disudutkan, diolok-olok, dan dilecehkan di Barat. Tapi ini ternyata bukanlah halangan bagi sebagian orang Barat untuk mempelajari Islam yang pada akhirnya kembali ke fitrahnya (Islam). Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya orang Barat (bule) yang memeluk Islam, baik di Amerika Serikat (AS), Eropa, maupun Australia.


Bernama Craig Owensby, yang merupakan pria kelahiran Chicago,Illinois Amerika Serikat tahun ’61. Masa kecilnya dihabiskan di keluarha Kristen Ortodoks yang cukup taat.Ayahnyam Walter Owensby merupakan seorang pendeta.Mesikpun menyandang gelar MBA  dari Universitas of Winsconsin, Madison, tahun ’86. Ia juga menempuh pendidikan kependetaan di Princeton Theological Seminary, Peinceton, NJ tahun ’91 dan mendapatkan gelar Master of Theology. Akan tetapi, saat Hidayah Allah datang kepadanya, akhirnya Craigpun memutuskan untuk memeluk Islam.



Walau kesenangan duniawi ia dapatkan,harta yang melipah setelah menyandang gelar MBA dan bekerja di banyak perusaahaan prestisius di Amerika, Craig tak serta merta bahagia. Hatinya hampa. Setelah bertahun-tahun merintis karir, ia akhirnya memutuskan mendalami injil,teoligi dan keislaman di Princeton Theological Seminary,Princeton,NJ. Selang beberapa tahun kemudian,Craig memutuskan menjadi pendeta mengikuti Walter Owensby sang ayah yang menjadi pendeta Katolik di sebuah gereja di New York dengan 6ribuan pengikut.

Baca Selengkapnya...



2. Estanislao Soria,Masuk Islam Bermula dari Menentang Pendirian Negara Islam Mindanao




Saat seorang tokoh Muslim Moro, Nur Misuari menyatakan wilayah Mindanao harus memisahkan diri dari Negara Filipina dan menjadi negara Islam, Estanislao Soria menjadi orang sangat menentang keinginan Misuari. ia menolak keras jika tanah kelahirannya diambil alih oleh orang-orang Muslim.


“Saya sangat tidak setuju dengan Misuari dan saya memelopori kampanye menentang gerakan Moro,” kata Soria yang populer di panggil “Father Stan” dan seorang tokoh agama Katolik yang lahir di Mindanao . Kala itu, selain dikenal sebagai pendeta Katolik, Soria juga dikenal sebagai sosiolog.
Sebelum menyatakan pendapat ketidaksetujuannya terhadap keinginan Misuari. Soria pun melakukan riset sejarah dan sosial serta membaca artikel-artikel tentang Islam, untuk memperkuat argumennya menolak tuntutan gerakan Moro yang ingin menjadikan Mindanao sebagai tanah air bagi Muslim Filipina. Tapi siapa sangka, artikel-artikel tentang Islam yang ia baca, justru ,mengantarkan Soria menjadi seorang Muslim.


Seperti dikutip Islamonline,Soria menjelaskan, “Sebagai orang yang memahami bahasa Latin, Yunani dan Yahudi, saya pikir saya bisa mempelajari bahasa Arab dengan mudah. Saya juga ingin menerjemahkan tulisan-tulisan berbahasa Arab ke bahasa Inggris dan menerjemahkan ideologi-ideologi Barat, misalnya ideologi eksistensialisme, ke dalam bahasa Arab. Tapi saya menyadari, ini adalah pekerjaan yang sulit,” 

Baca Selengkapnya...

Kisah Mualaf Maher Zain




Siapa sangka dgn sosok yg satu ini jadi trending topic baik diinternet ataupun di alat cetak khususnya di negara-negara muslim paling besar & Eropa. Lagu InsyaAllah jadihits yg fantastis memberikan tidak sedikit memberi inspirasi terhadap kaum muslimin & mengingatkan mereka berkenaan Kekuasaan Sang Khaliq. 

(Kisah Mualaf Maher Zain)

Merupakan Maher Zain, yg dikatakan oleh salah seseorang aktivis dakwah dalam suatu akun jejaring social,bahwa Maher Zain telah mengalahkan ketenaran Abdul Azis Rantissi. Rantisi yakni satu orang ikon perjuangan dakwah di Palestina yg sudah syahid dikarenakan dibunuh Israel, sementara Maher Zain ialah satu orang munsyid (orangyg menyanyikan & melantunkan syairnya). 

Siapa sebenarnya Maher Zain? 

Akhi,tahukah antum Maher Zain nyatanya yaitu satu orang mualaf. Baru memeluk islam kepada akhir 2007 tepatnya kepada bln ramadhan. Kecamuk bathin yg berlangsungkepada dia memuntun seseorang yg dahulu sempat bekerja dgn RED ONE ini jadi satu orang muslim 

Dengan Cara Apa proses Maher Zain dalam merengkuh islam? 
Okelah, sebelum itu baiknya kita mengenal lebih jauh sosok dari seseorang maher zain sebelum jadi mualaf. 

Periode Mungil Maher Zain (Sebelum Jadi Mualaf) 


Maher Zain (bahasa Arab : ماهر زين – lahir di Tripoli, Lebanon, 16 Maret 1981; usia 32 th) yaitu penyanyi R&B Swedia, penulis lagu & produser musik asal Lebanon. Ia sertatinggal utk sementara DiAmerika Serikat. 

Album debutnya Thank You Allah, bersama 13 lagu & dua lagu bonus dirilis kepada 1 Nopember 2009, bersama Version Perkusi eksklusif & Version Perancis dirilis tidaklama seterusnya. Dirinya bernyanyi terutama dalam bahasa Inggris, tapi serta, antara lain, dalam bahasa Perancis, Arab, Urdu, Turki, Melayu, & Indonesia . 

Maher Zain berayahkan seseorang penyanyi lokal di kota kelahirannya di Lebanon, Mustafa Maher. Keluarganya pindah ke Swedia saat Maher berumur delapan th. Ada ygunik di sini, meski dia dilahirkan oleh Keluarga Muslim. Menurut Maher beliau sendiri mengalami masa-masa kekosongan, lebih-lebih di Swedia walaupun ada populasimuslim tetapi jelasnya mereka sebahagian gede sudah melupakan falsafah Islam 

Maher memperoleh hadiah keyboard pertamanya kepada umur 10 thn. Walaupun demikian, kala diwawancarai oleh Yahoo! Indonesia, Musim mungil Maher tidaklahterlampaui menekuni dunia bernyanyi 

“Sebenarnya aku baru sejak mulai menyanyi kira kira 3,5 thn yg dulu. Pada Awal Mulanya aku telah bergerak di industri musik, tetapi juga sebagai produser, bukan penyanyi. Sesekali aku nyanyi pun, tetapi umumnya cuma buat berunjuk rasa. Aku dahulu kerja bersama Red One (produser Lady Gaga, Jennifer Lopez, dll), aku tidak sedikit menunjang di produksi musik dia”. Ungkap Maher. 

Dirinya masuk kampus & mendapat gelar sarjana dalam sektor Aeronautical Engineering. Selagi periode remajanya, beliau menyukai menghabiskan larut tengah malam di sekolah dgn teman-temannya dimana mereka bakal bernyanyi, rap, posting & bereksperimen bersama musik. 

Kisah Mualaf Maher Zain 



Seperti yg disebutkan pada awal mulanya, walau ada komune muslim namun jelasnya mereka sebahagian akbar sudah melupakan aliran Islam, tak heran tuturnya sangat banyak muslim disana yg minum arak, gratis seks & penyimpangan yang lain. Bakal tapi hal tersebut nyata-nyatanya tak menyurutkan Hidayah Allah SWT yg bersama pulamerta mengubahnya jadi seseorang muslim kembali… 

Subhanallah..! 

Proses yg demikian panjang & perjalanan bathin inilah yg menjadikannya juga sebagai satu orang penyanyi dgn Genre “Islami”. Suatu pilihan “berani” di tengahpersaingan industri musik Luar Negara yg menakjubkan namun pilihan buat terjun di musik Islami menjadikan beliau di Idolakan oleh Generasi Bujang khususnya di Negara-Negara Muslim seperti halnya di Indonesia, Malaysia & belahan dunia yang lain. 

Pernahkan Akhi mendengar mengenai kisah Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan. Demikian pun halnya bersama Maher Zain.? 

Akhir thn 2007, tepatnya bln Ramadhan. Pada Awal Mulanya Maher amat tersesat & serba bingung. Beliau sejak mulai mempertanyakan hal-hal seperti “kenapa kita adadidunia ini”? “Apa yg mesti kita jalankan di sini”? “Apa maksud kita hidup”? Beliau pun tidak sedikit berpikir menyangkut kematian, berkaitan kehilangan orangtua &saudara-saudara. sangat banyak pikiran gila yg berkecamuk di benaknya. 

Maher percaya tidak sedikit pula orang yg mengalami perihal seperti ini. Ditambah lagi ketika itu Ia berada di lingkungan yg tidak baik, dikelilingi rekan-rekan yg tidak baikjuga. 

“Alhamdulillah sesudah aku memutuskan buat memeluk Islam, aku mulai sejak mendapati jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Sedikit demi sedikit aku mulai sejakmendalami.” Ungkap Pelantun Lagu Insya Allah ini 



Keberhasilan Maher Zain Sesudah Jadi Mualaf 

2009-2010 : Puncak kesuksessan dan Thank You Allah 

Terhadap Januari 2009, Maher Zain mendaftar & sejak mulai bekerja terhadap album bersama Awakening Records. Album ini memuncak di nomer 2 di Amazon Album dunia grafik. Lewat album ini, beliau mendapatkan 8 X platinum kepada Malaysia bersama penjualan 120.000 satuan. Sesudah launcing album ini, dirinya launcing sekian banyak version lain dari album, yg version perkusi terhadap 2009 & Platinum Edition terhadap 2011. 

Sedangkan di Indonesia, Maher lebih fenomenal. Th 2011, dia berhasil menyabet 10 platinum dari Sony Music Indonesia. 

tidak cuma itu saja, tiap-tiap konser Maher Zain hampir tidak ada satu pula kursi yg kosong. Diwaktu konser di Kanada, jumlahnya 17.000 orang hadir, & di Singapurajumlahnya 8.000 orang menontonnya. 


2011-sekarang : periode depan konsep & album studio akan datang 


Maher Zain mengumumkan bahwa beliau sudah launcing version bahasa Indonesia buat “Insya Allah”, sesudah launcing version bahasa Perancis & Arab dengan dgn video, sambil meneruskan bahwa itu bakal jadi lagu di album ke-2. 

Fadly dari band Indonesia PADI pula berkontribusi pada “Insya Allah” dalam Bahasa Indonesia. Maher pula menyanyikan “For The Rest of My Life” dalam bahasa Indonesia berjudul “sepanjang hidup”. Yg dirilis lewat Sony Music Indonesia 




Pengalaman Maher Zain Di Indonesia 


“Fadly is a very nice guy, orangnya amat sangat rendah hati. Beliau di sini satu orang bintang, tetapi kala berjumpa aku dirinya bilang bahwa ia peminat aku pula. Akubelum sempat dengar lagu Padi diawal mulanya, namun tempo hari aku pernah perhatikan video klip lagu religi yg Fadly nyanyikan, & satu lagu yg menjadi soundtrack Upin Ipin.” Ungkap Maher mengenai kekagumannya terhadap Fadly Padi 

Dikala ditanya berkenaan seberapa Religiuskah dirinya yang merupakan penyanyi religi,Maher Zain menjawab mantap, “Absolutely. Tetapi apa sih definisi religius itu? Salat, puasa, pasti aku laksanakan. Namun bagi aku Islam merupakan jalan hidup. Bukan sesuatu yg aku lakukan sbg sampingan. Islam is the way I'm living. Berbuat okelahkepada sesama, hormati seluruh orang, janganlah sempat sakiti orang tuamu bahkan bersama satu kata, apa pula yg diajarkan Islam, semuanya ialah factor yg baik. This is what Islam is for me and I'm trying to live it everyday.” 

Ketika baru hingga di bandara Soekarno-Hatta, Maher disambut puluhan penggemarnya. Menurut Maher, sejujurnya dirinya tak mengharapkan tidak sedikit disaat datang ke Indonesia. Menjadi tatkala para peminat menyongsong kedatangannya di bandara, Maher amat kaget. Indonesia luar biasa sekali, fans di sini amat suportif. Maher amatberterima kasih sekali atas dukungan mereka. 

Kala ditanya kemana saja sang penyanyi mualaf ini sewaktu di Indonesia, Maher mengungkapkan tidak punyai tidak sedikit saat buat jalan-jalan. Dirinya cuma pernahbertolak ke suatu pegunungan, dikala syuting sinetron Pesantren & Rock n Roll. Itu pengalaman pertamanya berakting. 




Well….pelajaran hidup yg amat sangat bernilai bagi Maher Zain pastinya bagi kita pun, memang lah ada saatnya jadi seseorang muslim itu seperti memegang bara api di genggaman tangan. Namun Allah SW sudah menjanjikan dalam firmannya 

” Intansurullaha yan surkum wa yutsabit aqdamakum”…..Sehingga Tinggikan & tolonglah agama Allah ini, insyaallah Allah dapat meneguhkan derajad & kedudukan kita dimata manusia yg lain dimuka bumi ini…
    Back To Top